Pengertian Definisi Kepemimpinan

Pengertian Definisi Kepemimpinan – kali ini kita akan mencoba membahas mengenai kepimipinan dimana di dalam diri kita sendiri sudah ada yang memimpin yakni hati kemudian dalam lingkup kecil keluarga sampai dengan negara semuanya memiliki 1 pemimpin yang sah sehingga akan menciptakan sebuah ketertiban. Yuk simak pengertian dan pembahasan lengkap mengenai kepemimpinan dibawah ini.

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Secara sederhana kepemimpinan merupakan bagaimana mempengaruhi, menetapkan arah dalam mencapai tujuan. Dalam artian lain, kepemimpinan merupakan konsep sempit dari manajemen. secara umum dan penting di ingat adalah sebuah kepemimpinan berarti dapat mengubah sesuatu yang potensial menjadi suatu kenyataan, seorang pemimpin yang berhasil dapat menciptakan visi dan misi serta dapat mengilhami orang lain untuk bekerjasama dengan nya. Cara alami mempelajari kepemimpinan yaitu dengan praktek secara langsung seperti pemagangan.

Kepemimpian merupakan hal yang biasa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari manusia, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. misalnya saja pada saat anak-anak, ketika ada sekumpulan tiga orang atau lebih anak -anak, kemudian salah seorang di antara mereka mengajak teman-temannya untuk melakukan sesuatu seperti bermain bola atau petak umpet.

Pada pengertian yang sederhana anak tersebut telah melakukan kegiatan memimpin, karena ada unsur mengajak dan mengkoordinasi, ada yang diajak, ada kegiatan serta ada sasarannya.

Terdapat dua hal penting dari kepemimpianan yaitu :

a. Kepemimpinan sangat berkaitan erat dengan hal mempengaruhi.
b. kepemimpinan adalah bagaimana mempengaruhi orang lain tanpa paksaan

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan pap yang diinginkan pihak lainnya.
Stogdill (1974) menyimpulkan bahwa banyak sekali definisi mengenai kepemimpinan, dan diantaranya memiliki beberapa unsur yang sama.

Menurut Sarros dan Butchatsky (1996), istilah ini dapat didefinisikan sebagai suatu perilaku dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi.

Dari definisi di atas, jelas bahwa pemimpin merupakan salah satu figur penting yang menentukan kesuksesan sebuah organisasi. Namun, berikutnya muncul dua pertanyaan yang menjadi perdebatan mengenai pemimpin. Pertanyaan tersebut adalah:
(1) apakah seorang pemimpin dilahirkan atau ditempa?
(2) Apakah efektivitas kepemimpinan seseorang dapat dialihkan dari satu organisasi ke organisasi yang lain oleh seorang pemimpin yang sama?

Khalayak umum sering meyakini bahwa para pemimpin (leader) dilahirkan bukan ditempa. Sementara kepemimpinan (leadership) adalah sesuatu yang dipelajari, keterampilan dan pengetahuan yang diproses oleh pemimpin dapat dipengaruhi oleh atributnya atau miliknya atau ciri, seperti kepercayaan, nilai, etika karakter, dan. Pengetahuan dan keterampilan berkontribusi langsung kepada proses kepemimpinan, sedangkan atribut lain memberikan karakteristik tertentu pada pemimpin yang membuat dia unik.

Untuk menjawab pertanyaan pertama tersebut kita lihat beberapa pendapat terkait. Pertama, pihak yang berpendapat bahwa “pemimpin itu dilahirkan” melihat bahwa seseorang hanya akan menjadi pemimpin yang efektif karena dia dilahirkan dengan bakat-bakat kepemimpinannya. Sementara, kubu yang menyatakan bahwa “pemimpin dibentuk dan ditempa” berpendapat bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang dapat dibentuk dan ditempa. Caranya adalah dengan memberikan kesempatan luas kepada yang bersangkutan untuk menumbuhkan dan mengembangkan efektivitas kepemimpinannya melalui berbagai kegiatan pendidikan dan latihan kepemimpinan.

Tinggalkan Balasan